Senin, 19 November 2012

APA DAMPAK KERJASAMA NAFTA (NORTH AMERICA FREE TRADE AGREEMENT) TERHADAP PEREKONOMIAN DI AMERIKA UTARA ?


A.   Latar Belakang
NAFTA atau North America Free Trade Agreement (Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara) merupakan suatu kesepakatan perdagangan antara tiga negara yaitu Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Pada hakikatnya kesepakatan ini muncul sejak tahun 1988, masa AS dan Kanada menandatangani Canada-United States Free Trade Agreement. Pemerintah Amerika yang pertama kali memulai melakukan negosiasi dengan pemerintah Meksiko dalam menjalin kerjasama ekonomi, diikuti dengan peran serta Kanada untuk memperoleh keuntungan bersama. Persetujuan tersebut timbul karena tak lepas dari permasalahan ekonomi itu sendiri, Kanada sedang mengalami kemerosotan ekonomi yang menimbulkan banyaknya pengangguran dan memidahkan investasinya ke AS.

NAFTA (North America Free Trade Agreement) mulai dijalankan pada 1 Januari 1994, yang disetujui dan ditandatangani di Washington DC oleh wakil pemerintah AS, Kanada dan Meksiko. Pendirian NAFTA dimaksudkan untuk menghapus hambatan-hambatan perdagangan, menciptakan persaingan yang wajar, serta meningkatkan investasi antarnegara anggota. Hal ini dijadikan dasar pengembangan kerja sama regional dan multilateral di masa mendatang. Ketentuan-ketentuan dalam NAFTA tidak bertentangan dengan aturan General Agreement on Traffic and Trade (GATT), kesepakatan perdagangan multilateral antar penandatangan (anggota) yang dewasa ini terdiri dari 108 negara. GATT/WTO tidak melarang pendirian kawasan perdagangan bebas antarnegara, karena kesepakatan tersebut untuk mengurangi atau menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan yang merupakan prinsip yang mendasari perjuangan GATT/WTO, meskipun hanya berlaku bagi negara-negara anggota.

GATT/WTO mempersyaratkan bahwa pembentukan kawasan perdagangan bebas tidak boleh dilakukan dengan menimbulkan hambatan baru bagi negara-negara bukan anggota. Jadi, perlakuan negara-negara anggota terhadap yang bukan anggota tidak boleh lebih memberatkan dibdandingkan dengan ketentuan-ketentuan sebelum pembentukan blok perdagangan.

Kesepakatan pendirian NAFTA meliputi program penghapusan tarif bea masuk perdagangan komoditi pertanian, barang-barang otomotif, tekstil bahan pakaian jadi, energi dan petrokimia, serta jasa-jasa. Ketentuan-ketentuan mengenai anti-dumping, countervailing, angkutan darat, investasi, hak cipta dan prosedur penyelesaian sengketa.  Dalam hal tarif bea masuk, NAFTA menentukan untuk kebanyakan yang memenuhi ketentuan sebagai barang asal Amerika Utara dilakukan penghapusan secara progresif dalam waktu 15 tahun atau 10 tahun. Sedangkan untuk barang-barang yang dianggap sensitif, penghapusannya akan dilakukan dalam waktu 15 tahun. Barang-barang yang sensitif ini misalnya sepatu kanvas, keramik, tas dan berbagai produk pertanian seperti kacang tanah, orange juice, concentrate, asparagus dan sebagainya.

Dalam hal produk pertanian, di Meksiko bea masuk yang berkisar 10-20% akan segera dihapus untuk AS dan Kanada, sedangkan dalam waktu 10 tahun yang sensitif. Dalam hal produk otomotif, untuk memperoleh pengakuan bea bebas masuk, maka kendaraan bermotor pada dasarnya harus diproduksikan di Amerika Utara, dalam arti kandungan lokalnya harus 62,5% dari biaya produksi. Dalam persetujuan antara Kanada dan AS, kandungan lokal ini hanya 50% menjadi 62,5%. Dalam hal tekstil dan pakaian jadi, ketiga negara akan menghapus bea masuk secara bertahap bagi komoditi ini sepanjang memenuhi persyaratan ketentuan asal barang NAFTA. Dalam hal jasa-jasa, ketentuan mengenai national treatment, bahwa tiap negara NAFTA harus memperlakukan perusahaan jasa dari negara NAFTA lainnya secara sama dengan perusahaan nasional terapkan.

Namun, setelah hampir 20 tahun berdirinya NAFTA tampaknya belum memberikan hasil yang maksimal terhadap perekonomian Amerika. Sejumlah kritikan dan permasalahan banyak bermunculan sejak dibentuknya perjanjian kerjasama ini. Mulai dari permasalahan kesejahteraan buruh atau tenaga kerja yang dalam hal ini  dihadapkan pada dimana dapat memicu tingginya angka pengangguran karena biaya tenaga kerja yang begitu rendah dan deregulasi pasar yang tidak sepenuhnya menyeimbangkan tarif hidup masyarakat. Sementara itu, para pecinta lingkungan pun tidak setuju dengan adanya NAFTA karena ketidakseimbangan keadaan alam dari setiap negara anggota yang dapat menyebabkan polusi yang berkepanjangan.

Selain itu NAFTA juga banyak melahirkan kontroversi yang cukup signifikan bagi pertumbuhan ekonomi negara anggota, yaitu AS, Kanada, dan Meksiko. Secara sosial, timbul permasalahan akut yang semakin memunculkan kesenjangan kelas ekonomi, antara pihak konglomerat (kaum kapitalis  pemegang modal secara penuh) dan pihak miskin (terutama (buruh). Sedangkan secara lingkungan, Meksiko yang berkedudukan sebagai negara berkembang dan lebih rendah perekonomiannya dibandingkan Kanada dan AS, mengalami kelumpuhan sektor pertanian dalam kurun waktu tertentu dan terkena polusi yang sebenarnya berasal dari outcome beberapa perusahaan Amerika. Hasil manufaktur domestik dan investasinya tidak serta merta berarti meningkatnya pekerjaan manufaktur domestik. Walaupun NAFTA telah mendirikan North American Agreement on Labour Cooperation (NAALC), kesejahteraan kaum buruh belum mencapai taraf baik dan eksploitasi yang diderita mereka telah melanggar HAM.
B.   Tinjauan Teoritis
Kontroversi-kontroversi yang lahir terkait dengan pendirian NAFTA sedikit banyak dipicu oleh sejumlah ketimpangan-ketimpangan serta kurang jelasnya arah dari kerjasama ini. Selain itu, NAFTA juga terlihat hanya menguntungkan bagi golongan-golongan tertentu terutama perusahaan-perusahaan sebagai pemilik modal. Para buruh banyak yang merasa dirugikan dan merasa belum tercapai kesejahteraannya.

Berdasarkan teori strukturalis sistem kapitalis telah melahirkan hubungan ekonomi global yang dirancang sedemikian rupa untuk menguntungkan kelas-kelas sosial tertentu  sehingga menghasilkan sebuah ‘sistem dunia’ yang pada dasarnya tidak adil. Kelas-kelas sosial yang terbentuk merupakan aktor dominan dalam hubungan internasional. Strukturalisme lebih banyak menekankan pada karakteristik perekonomian global yang rawan konflik dan hubungan dominasi dan dependensi yang bersifat struktural daripada anarki sistem Negara atau interdependensi yang kompleks.

Jika diaplikasikan dengan teori strukturalis tersebut terlihat jelas bahwa dalam kerjasama NAFTA terdapat kelas-kelas sosial dimana para pemegang modal (MNC) lebih memegang peranan dan memiliki kekuasaan penuh bila dibandingkan dengan kaum buruh sebagai kelas pekerja dan kelompok terpinggirkan. Tidak hanya itu dalam konteks negara, kerjasama NAFTA ini lebih banyak diuntungkan oleh negara besar seperti Amerika Serikat dan Kanada sedangkan Meksiko sebagai negara berkembang dan lebih rendah perekonomiannya hanya menerima sebagian kecil keuntungan dari perjanjian kerjasama ini dan lebih banyak memperoleh kerugian. Hal ini dapat terlihat pada sejumlah perusahaan-perusahaan industri Amerika Serikat yang banyak memindahkan kegiatan industrinya ke Meksiko sehingga mengakibatkan perekonomian di Meksiko terutama perusahaan-perusahaan lokal mengalami kemerosotan tajam karena tidak mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat. Saat ini AS menjadi pemain utama dalam pasar pangan di Meksiko yang menguasai lebih dari 75% pasar impor. Akibatnya sejumlah perusahaan-perusahaan di Meksiko terpaksa melakukan PHK terhadap sejumlah karyawannya. Hal inilah yang kemudian menambah angkat pengangguran di Meksiko. Sementara itu, NAFTA sendiri tidak mampu untuk mengatasi permasalahan ini dan memulihkan kondisi perekonomian di Meksiko. Tidak hanya terhadap Meksiko, terhadap Kanada, Amerika Serikat juga melancarkan dominasinya yang dapat terlihat ekspor AS bertambah lebih dari 89%. Perdagangan sektor pangan juga dikuasai oleh AS lebih dari tiga perempat penjualan total di Kanada. 

Namun dibalik itu semua, Meksiko juga memiliki ketergantungan (dependency) terhadap Amerika Serikat. Sebagai contoh ketika pada tahun 2008 di saat ekonomi AS sedang terkena krisis, maka pada saat itu juga perekonomian di Meksiko terkena dampak dari krisis tersebut secara langsung. Sebagai negara yang berorientasi ekspor, Meksiko adalah pengekspor terbesar 15 di dunia. Meksiko juga merupakan pasar ekspor kedua terbesar dengan AS sekitar 12,21 persen dari total ekspor AS tahun 2009. Ekonomi perdagangan Meksiko sangat terkait dengan AS, dengan volume sebesar 80,5% untuk ekspor Meksiko ke AS. Akibatnya perekonomian Meksiko sangat ketergantungan dengan keadaan ekonomi AS. Pada tahun 2008, perekonomian Meksiko menurun drastis akibat krisis keuangan global dan penurunan ekonomi AS, karena penurunan permintaan ekspor AS. Ekspor Meksiko ke AS turun dari US $ 234.600.000.000 pada tahun 2008 menjadi US $ 184.900.000.000 pada tahun 2009.


DAFTAR PUSTAKA

Burchill, Scott & Linklater, Andrew.1996.Teori-Teori Hubungan Internasional. Bandung: Nusa Media
Steans, Jill & Pettiford, Lloyd.2009.Hubungan Internasional Perspektif dan Tema.Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Halwani, Hendra.2002. Ekonomi Internasional dan Globalisasi Ekonomi.Bogor: Ghalia Indonesia.
Conte, Christoper dan Albert R. Karr.2008.Garis Besar Ekonomi Amerika Serikat. Kantor Program Informasi Internasional, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.
Cincotta, Howard.2004.Garis Besar Sejarah Amerika. Kantor Program Informasi Internasional, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

5 komentar:

  1. Thank's
    Sangat Bermanfaat sekali

    Lanjutkan !

    BalasHapus
  2. Thank's
    Sangat Bermanfaat Sekali

    Lanjutkan !

    BalasHapus
  3. Thank's
    Sangat Bermanfaat sekali

    Lanjutkan !

    BalasHapus
  4. thankyou kak , bermanfaat buat jurnal regionalisme ku :D

    BalasHapus